- ISROI.ORG - http://www.isroi.org -

Pengalaman Berkenalan dengan LINUX

Posted By isroi On 13th February 2007 @ 15:52 In MyBlog | 1 Comment

tampilan dekstop linuxkuAwalnya dimulai bulan Desember tahun 2007 yang lalu. Seperti biasanya setiap akhir tahun saya harus membuat laporan akhir tahun penelitian yang saya lakukan. Waktunya agak mendesak dan masih ada data-data yang belum terkumpul. Data-data ini adalah data percobaan lapang yang lokasinya di pedalaman Sumatera Selatan. Karena waktunya sudah semakin mepet, aku segera berangkat ke lapang. Sesampainya di Palembang, aku telepon temanku - Pak Edwi, mahasiswa program doktor IPB - yang ada di lokasi penelitian untuk mengabarkan padanya bahwa aku akan datang untuk mengambil data-data penelitian. Pak Edwi menceritakan kalau saat ini sedang ada masalah dengan komputer-komputer yang ada di mess. Semua komputer di pabrik dan kebun terkena virus komputer hingga tidak dapat dipakai lagi.

Celaka, pikirku. Waktu yang aku miliki sangat mepet dan aku tidak bisa bekerja kalau tidak menggunakan komputer. Aku jadi ingat, aku pernah membaca sebuah artikel komputer yang mengatakan bahwa virus komputer yang menyerang Windows umumnya tidak bisa menyerang LINUX. Dan aku juga ingat, aku pernah mencoba sebuah distro Linux yang bisa langsung dijalankan dari CD, namanya XNUXER. Mungkin aku bisa menggunakan linux ini untuk mengatasi kondisi darurat ini. Tanpa pikir panjang aku cari-cari live CD linux di toko komputer di Palembang. Ternyata XNUXER yang aku cari tidak ada, namun penjualnya menawarkan CD lain yang mirip itu, namanya KNOPPIX. Setelah ditest dan tidak ada masalah dengan CD tersebut, aku membelinya dengan harapan CD ini bisa menolongku mendapatkan data-data penelitianku.

Di mess aku mendapatkan kondisi seperti yang diceritakan Pak Edwi, semua komputer dalam kondisi ’sekarat’ terkena virus. Aku langsung coba KNOPPIX yang baru saja aku beli. Terus terang,ini adalah pertama kalinya aku mencoba KNOPPIX. Ternyata KNOPPIX sukses dijalankan di komputer mess. Hebatnya lagi, pada waktu aku coba colokkan flashdisk milik temanku itu langsung dapat dikenali. File-file asing – mungkin file dari virus - dapat langsung terbaca dengan KNOPPIX. Dengan sedikit meraba-raba aku bersihkan flashdisk temanku itu dari virus-virus terlaknat.

Tujuanku datang ke kebun ini adalah untuk menggumpulkan data. Program yang aku butuhkan untuk mengumpulkan data cukup program spreadsheet yang mirip dengan MS Excel, dan progam ini ada di dalam KNOPPIX yaitu: OpenOffice.org Calc. Aku pernah mencoba program ini yang versi Windows, jadi aku tidak terlalu kesulitan untuk menggunakannya.

Tiga hari di kebun aku mengerjakan semua tugas pengumpulan data ini dengan KNOPPIX dan sukses tidak ada masalah sedikitpun, meskipun aku masih mencoba-coba program OpenOffice.org Calc ini. Pendapatku, ternyata OpenOffice.org Calc ini tidak terlalu sulit digunakan dan sangat mirip dengan MS Excel. Kemampuannya pun tidak kalah dengan MS Excel. Aku dapat melakukan pengolahan data dengan OpenOffice.org Calc dan membuat grafik yang aku perlukan. Singkat cerita aku dapat membuat laporan penelitianku tepat pada waktunya.

Pengalamanku ini membuatku jatuh hati pada LINUX. Aku mulai cari-cari informasi tentang LINUX di internet. Aku beli juga majalah InfoLINUX edisi bulan Desember 2007. Sebenarnya tahun 2005 aku pernah menginstall LINUX di komputer rumah dengan bantuan seorang teman yang ahli komputer. Namun, waktu itu aku merasakan sedikit kesulitan menggunakan LINUX, jadi aku tidak pernah menggunakannya lagi. Baru sekarang ini aku mulai tertarik ‘berat’ dengan LINUX. Kemudian aku memesan distro Mandriva Linux 2007 via internet. Dua hari kemudian DVD yang aku pesan datang.

Aku sedang menggunakan linux
Aku sedang asik menggunakan Mandriva 2007

Bingung, perasaan itu yang aku rasakan waktu menerima DVD Mandriva Linux 2007. Bagaimana cara menginstallnya??? Aku cari-cari lagi petunjuk dari internet. Akhirnya dengan panduan yang sangat minim aku coba install di komputer rumah. Aku mencoba menginstall dual OS. Bismillah, aku masukkan DVD di DVD ROM dan mencoba booting via DVD ROM. Aku ikuti petunjuk yang tertera di monitor. Langkah demi langkah sukses aku lalui. Kira-kira 1 jam kemudian proses instalasi selesai dan komputer meminta untuk restart komputer. Aku restart komputer dan di tampilan awal aku pilih linux. Booting linux mulai berjalan, dan menurutku booting-nya cepat.

Tampilan berikutnya adalah semacam Welcome Screen di Windows. Aku masukkan username dan password, kemudian Enter. Setelah proses login selesai, tapilan yang aku dapatkan adalah tampilan seperti Command Promt DOS. Aku coba ketikkan sesuatu dan tekan Enter. Tapi pesan error yang muncul. Aku ulang lagi, Error lagi. Berkali-kali sampai aku bosan. Aku ambil minum dan istrirahat sejenak. Masak menginstall saja gagal, pikirku.

Karena tidak berhasil juga, kemudian aku putuskan untuk mencoba menginstall ulang Mandriva. Aku ulangi proses intallasi mulai dari awal lagi. Namun, pada kesempatan kali ini aku lebih berhati-hati dan lebih seksama membaca petunjuk-petunjuk wizard-nya. Sejam kemudian proses intalasi selesai. Aku restart komputer dan login di linux. Di halaman Welcome Screen aku masukkan username dan password seperti biasa. Enter. Dengan sedikit was-was dan penuh harap semoga kali ini berhasil, aku menunggu proses login. Alhamdulillah, tampilan login-nya berbeda dengan percobaan pertama. Kali ini dalam mode grafis bukan teks lagi. Muncul kotak bertuliskan KDE. Setelah proses login selesai, muncul tampilan mirip dengan tampilan Windows. Senang dan gembira, perasaan itu yang aku rasakan. Aku mulai mencoba klak-klik sana-sini. Aku coba masukkan flashdisk dan sukses dapat dibaca di LINUX. Aku mencoba membuat tulisan singkat dan berhasil di simpan di flashdisk. Aku juga bisa membaca partisi Windows dari LINUX. Tapi di sini aku bertemu masalah lagi. Waktu aku mencoba menyimpan file di partisi Windows selalu gagal. Muncul pesan error kalau LINUX tidak bisa menyimpan file di media ini. Aku coba dengan segala macam cara yang kau bisa tetap tidak bisa.

Esok hari, aku browsing di internet tentang masalahku ini. Menurut informasi yang aku dapatkan, LINUX memang belum bisa membaca-tulis di partisi NTSF, partisi yang bisa adalah FAT32. Berbekal informasi ini aku format ulang partisi windows dengan FAT32. Aku coba lagi menyimpan file dari LINUX ke partisi FAT32. Ternyata … gagal maning … gagal maning. Aku cek lagi informasi yang aku dapatkan dan evaluasi ulang apa yang telah aku lakukan. Perasaanku sih semua yang aku lakukan sudah seperti di petunjuk, tapi kok masih gagal lagi…???!!!

Hampir saja aku putus asa dan melupakan LINUX. Aku akan install ulang Mandriva LINUX, kalau kali ini masih gagal juga…. ya…. SELAMAT TINGGAL LINUX…. Aku install ulang LINUX dengan lebih seksama membaca petunjuk wizard-nya. (Perasaanku sih, sama saja seperti proses sebelumnya). Setelah selesai aku restart dan login seperti biasa. Aku coba buat file di OpenOffice.org dan aku simpan di partisi FAT32. HOOOOREEE…… kali ini aku berhasil menyimpan file itu. Muncul lagi semangatku untuk memelajari LINUX.

Aku sedang menggunakan linux
Tampilan dekstop dan program yang sering aku pakai.

Sejak saat itu aku mulai menggunakan LINUX. Aku coba OpenOffice.org, aku coba GIMP, aku coba XINE, aku coba Mozilla, aku coba Opera, dan aku coba otak-atik tampilan dekstopnya. Tak terasa aku mulai ‘jatuh cinta’ pada LINUX. Aku banyak belajar dari majalah InfoLINUX dan ikut di milist pembacanya. Setelah sebulan menggunakan LINUX, saat ini aku lebih banyak menggunakan LINUX daripada Windows untuk mengerjakan pekerjaanku sehari-hari. Aku lebih banyak menggunakan OpenOffice.org, karena aktivitasku banyak berurusan dengan pembuatan dokumen, berhitung dan mengolah data, membuat presentasi, dan sedikit database. Untuk mengolah gambar atau foto aku menggunakan GIMP. Untuk aktivitas berinternet aku lebih suka menggunakan Opera, walaupun aku dengar banyak yang menggunakan Mozilla. Aku lebih suka dengan Opera karena browser ini bisa juga berfungsi sebagai email client, membaca RSS, dan download file. Hanya saja untuk akses FTP tidak bisa menggunakan Opera. Untuk akses FTP aku menggunakan gFTP. Untuk desktop enviroment aku sering menggunakan KDE atau GNOME.

Berbekal pengalamanku menginstall LINUX di PC Desktop, aku install juga LINUX di laptopku. Karena sudah pernah ‘jatuh bangun’ menginstall linux di PC, install linux di laptop berjalan cukup mulus. Sekarang aku menggunakan linux baik di kantor maupun di rumah. Aku bisa mengakses LAN di kantor tanpa banyak hambatan.

Meskipun saat ini aku sudah lebih mengenal linux, masih ada saja tantangan – aku lebih suka menyebut tantangan daripada masalah - yang aku hadapi. Misalnya: aku belum bisa install/uninstall driver modem dan printer, aku belum bisa mengkonfigurasi SAMBA, aku belum bisa menggunakan APACHE dan MySQL, belum terbiasa dengan web editor di linux, belum bisa pemrograman shell dan bash, dan masih banyak lagi yang belum aku kuasai. Namun, bagiku tantangan-tantangan ini lebih mendorong aku untuk mempelajari linux lebih banyak lagi.

Setelah mencicipi nikmatnya menggunakan linux, aku ajak juga kedua anakku yang masih balita – Royan dan Abim – untuk mencicipi linux. Royan, 5 tahun, lansung tergila-gila dengan game Arcade di linux. Sedangkan Abim, 4 tahun, suka melihat CD dengan Xine.

Itulah pengalamanku berkenalan dan bersahabat dengan LINUX. Pesanku untuk sesama linuxer pemula atau Anda yang baru mau akan menggunakan LINUX: Jangan takut-takut mencoba LINUX, seperti kata sebuah iklan SEKALI JAJAL NANCAP DI HATI.


Article printed from ISROI.ORG: http://www.isroi.org

URL to article: http://www.isroi.org/2007/02/13/pengalaman-berkenalan-dengan-linux/

Click here to print.